Tujuh Kabupaten di Jatim Tetapkan Darurat Bencana

oleh -
SURABAYA – Tujuh dari 17 Kabupaten di Jawa Timur menetapkan status Darurat Bencana. Yaitu Kabupaten Magetan, Pacitan, Trenggalek, Ngawi, Ponorogo, Madiun, dan Bojonegoro.
“Dari tujuh daerah itu, baru Madiun yang telah mengeluarkan surat keputusan (SK) status darurat bencana. Sementara daerah lainnya masih proses,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Suban Wahyudiono, dikonfirmasi, Minggu (01/3/2019).
Suban menjelaskan, SK status darurat bencana merupakan langkah penting agar pemerintah daerah (pemda) setempat, bisa mendapat bantuan penuh dari Pemprov Jatim. Termasuk anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dari Pemprov Jatim.
Sebab, lanjut Suban, ini sesuai aturan dalam peraturan gubernur (Pergub) Nomor 20 tahun 2008, tentang pedoman teknis pengelolaan dan bantuan keuangan dan belanja tidak terduga Provinsi Jatim. Artinya, Pemda yang dilanda bencana wajib mengeluarkan status darurat bencana, jika ingin mendapat bantuan penuh dari Pemprov.
“Dengan status darurat bencana itu, maka semua sumber daya yang dimiliki pemerintah untuk menangani bencana bisa dikeluarkan untuk disalurkan ke daerah yang dilanda bencana. Sumber daya itu bisa berbentuk sumber daya manusia, peralatan, logistik hingga anggaran BTT,” ujar Suban.
Misalnya Kabupaten Banyuwangi tidak menetapkan status darurat bencana. Itu artinya, kata Suban, Pemkab Banyuwangi masih bisa mengatasi sendiri bencana di daerahnya, alias belum membutuhkan bantuan penuh dari Pemprov Jatim. “Jadi, status darurat bencana itu syarat administrasi, bukti bahwa daerah setempat benar-benar butuh bantuan,” kata Suban.
Sebanyak 17 dari 38 Kabupaten/Kota di Jatim dilanda bencana banjir sejak Selasa-Kami, 5-7 Maret 2019. Musibah banjir itu meredam daerah tersebut dengan ketinggian air mulai 100 cm hingga 1 meter.
Dari 17 daerah itu, banjir di 12 daerah sudah surut total, yaitu Kabupaten Banyuwangi, Blitar, Jember, Tulungagung, Ponorogo, Probolinggo, Trenggalek, Magetan, Kediri, Pacitan, Bojonegoro, dan Sidoarjo. Banjir sebelumnya meredam daerah tersebut dengan ketinggian air sekitar 50 hingga 100 cm.
Sementara lima daerah lainnya, yaitu Kabupaten Madiun, Ngawi, Tuban, Gresik, dan Lamongan, sampai saat ini masih tergenang air. Ketinggian air rata-rata mencapai 2 hingga 50 cm.
Editor.  : Rusmiyanto

No More Posts Available.

No more pages to load.