SPG Tuban Dihukum Makan Terasi, Ini Komentar Wakil Ketua DPRD

oleh -

TUBAN – Tri Astuti, Wakil Ketua DPRD Kabuten Tiban menyayangkan kejadian yang dialami Gemilang Indra Yuliarti, Sales Promotion Girl (SPG) di OPPO Tuban. Sebagaimana diketahui, gadis berusia 24 tahun dihukum mengunyah terasi, bawang dan bumbu dapur oleh atasannya lantaran penjualannya tidak sesuai target.

Tri Astuti, berharap agar sangksi yang tidak manusiawi semacam ini tidak terjadi lagi. Sebagaimana diketahui, bahwa UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan), khususnya mengenai tenaga kerja dalam hubungan kerja, pada dasarnya merupakan hubungan hukum perdata (privaatrecht).

Namun, agar manusia sebagai makhluk Ilahi tidak dieksploitasi (exploitation de long parlong) dan agar tidak terjadi pelanggaran hak azasi manusia (HAM), maka Negara mengatur melalui UU perlindungan kepada tenaga kerja serta memperketat persyaratan untuk mempekerjakan seorang tenaga kerja.

“Dan diharapkan pihak perusahaan segera meninjau kembali tentang kebijakan yang dikeluarkanya, ” kata Tri Astuti kepada kabarjatim.com. Kamis (28/02/2019).

Lebih lanjut, menurut perempuan yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Tuban ini, sebuah perusahaan didalam menjalankan aktivitasnya, pengusaha mempunyai kewajiban untuk memenuhi hak dari setiap pekerja.

Hak pekerja tersebut diantaranya adalah hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama tanpa diskriminasi atas dasar apapun, hak untuk mengembangkan kompetensi kerja, hak untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya, hak untuk mendapatkan upah atau penghasilan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia,  hak untuk mendapatkan perlindungan, kesejahteraan, kesehatan, dan keselamatan kerja.

” Dengan memahami dasar-dasar tersebut, semoga tercipta sebuah balance dan tidak ada lagi kejadian yang sama. ” pungkas Tri Astuti.

Gemilang Indra Yuliarti (24), dihukum mengunyah terasi, mengunyah bawang, mengunyah pare, cabai, dan mengunyah belimbing wuluh hingga muntah. Selain itu, juga berlari di malam hari, menari di depan minimarket.

Editor : Nurul Arifin

No More Posts Available.

No more pages to load.