Cuaca Panas & Terik Melanda, Ini Penjelasan Lengkap BMKG

oleh -

CUACA panas dan terik melanda Pulau Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara yang dirasakan mulai Selasa 9 Oktober hingga beberapa hari ini.

Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), melalui siaran pers, Rabu (10/10/2018) menjelaskan, fenomena cuaca panas dan terik merupakan fenomena alamiah yang biasa terjadi. Kejadian cuaca panas dan terik lebih sering terjadi pada bulan-bulan puncak musim kemarau dan masa pancaroba.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi panas dan terik meliputi :

1. Gerak semu matahari yang saat ini berada di sekitar khatulistiwa dan saat ini berada disebelah Selatan Khatulistiwa, sehingga radiasi matahari yang masuk cukup optimum.

Hal ini ditandai dengan hasil monitoring suhu udara maksimum berkisar antara 34.0 – 37.5 derajat cencius. BMKG menegaskan hal ini masih dalam kisaran normal suhu maksimum yang pernah terjadi berdasarkan data klimatologis 30 tahun antara 34.0 – 37.5  derajat Celcius

2. Aliran massa udara dingin dan kering yang bergerak dari Australia menuju wilayah Indonesia sebelah Selatan Khatulistiwa terutama di sekitar Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara. Kondisi ini ditandai dengan adanya kelembaban udara yang < 60 % di ketinggian 3000 meter dan 5000 meter dari permukaan.

No More Posts Available.

No more pages to load.