Mentan Keluarkan Jurus Bedah Kemiskinan di Bondowoso

oleh -

BONDOWOSO – Perekonomian Kabupaten Bondowoso sebagian besar didominasi oleh struktur ekonomi sektor pertanian dan pedesaan.

Penduduk Kabupaten Bondowoso lebih dari 60% berprofesi sebagai petani (sebagian besar buruh tani) dan sektor pertanian adalah penyumbang PDRB terbesar dari pada sektor lain, yaitu 33,6%.

Angka kemiskinan di Kabupaten Bondowoso didominasi oleh petani, sehingga Pemerintah mempunyai pekerjaan untuk mengangkat harkat dan martabat para petani agar mereka tidak terus-menerus berada dalam suasana dan keadaan miskin.

Untuk itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman pada Selasa 22 Mei 2018 meluncurkan Program Bedah Kemiskinan Rakyat Bekerja (BEKERJA) di Desa Sumberwringin, Kecamatan Sumberwringin RW 3 RT 19 dengan jumlah 40 RTM (Rumah Tangga Miskin).

Kabupaten Bondowoso menjadi lokasi keempat sasaran Program BEKERJA setelah Kabupaten Cianjur, Kabupaten Magetan dan Kabupaten Purbalingga.

Amran menilai upaya pemerintah kabupaten Bondowoso untuk mengentaskan kemiskinan di wilayahnya cukup baik, namun perlu upaya lanjutan untuk memastikan angka kemiskinan berkurang. “Melalui kolaborasi dengan program BEKERJA Kementan, kami ingin ada kebangkitan ekonomi di level masyarakat pra sejahtera yang berkelanjutan,” ujarnya.

Program BEKERJA merupakan upaya Kementan untuk mengentaskan kemiskinan di tanah air berbasis pertanian dengan tiga tahapan, jangka pendek, menengah, dan panjang. Secara keseluruhan, kebijakan ini akan digelar di 1.000 desa di 100 kabupaten se-Indonesia. Pada tahun 2018 saat ini Kementan menargetkan program BEKERJA dapat dilaksanakan di 10 provinsi, 776 desa dan 200.000 RTM.

Program BEKERJA Kementerian Pertanian untuk Provinsi Jawa Timur menyasar pada 3 kabupaten, yaitu Kabupaten Bondowoso, Jember dan Lumajang sebagai lokasi. Total sasaran penerima Target lokasi BEKERJA akan menjangkau pada 48.885 KK/Rumah Tangga Miskin di 91 Desa di tiga kabupaten tersebut.

Kabupaten Bondowoso secara geografis dikelilingi oleh hamparan hutan, dimana kebanyakan masyarakat yang tinggal di lokasi target program BEKERJA sebagian besar bekerja menjadi buruh tani atau buruh harian di Perhutani yang tidak menentu penghasilannya.

“Setelah tim kami survei dan kita cermati, ada beberapa masyarakat di Desa Sumberwringin yang mengenal budidaya hewan ternak, seperti kambing dan ayam, namun belum ada modal sehingga budaya beternak ini yang perlu kita dorong dan kembangkan,” ujar Amran.

Amran menyampaikan, melalui program BEKERJA tiap rumah tangga pra sejahtera menerima bantuan ayam dan ada juga yang menerima kambing/domba dan kelinci. Bantuan ternak ayam dilengkapi kandang dan pakan selama enam bulan.

“Apabila hewan ternak yang diberikan dikelola dengan baik, kami yakin akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pra sejahtera,” kata Mentan Amran. Lebih lanjut Amran menyebutkan bahwa ayam mampu bertelur saat berusia enam bulan dan berproduksi hingga umur dua tahun. “Yang penting ayam tersebut harus terus dipelihara dan jangan dipotong,” saran Amran.

Untuk memastikan ayam berkembang biak dengan baik, Kementan juga memberikan bantuan pakan selama enam bulan dan pendampingan. Selain bernilai ekonomi, bantuan ayam tersebut juga dapat membantu peningkatan gizi masyarakat pra sejahtera.

Berdasarkan data dari BKKBN, sebanyak 152.348 rumah tangga di Bondowoso masuk kategori pra sejahtera, sedangkan rumah tangga yang bergerak di bidang pertanian 91.947, yaitu 60% dari total rumah tangga pra sejahtera. Mereka tersebar di 3 kecamatan dan 25 desa.

Target lokasi BEKERJA akan menjangkau pada 12.915 rumah tangga pra sejahtera. Selain bantuan komoditas peternakan, Kementan juga memberikan bantuan berupa bibit komoditas hortikultura dan perkebunan. Bantuan berupa tanaman tahunan, yaitu pohon mangga dan durian juga diberikan untuk Kabupaten Bondowoso, dengan luasan 221 Ha untuk 21.941 Rumah Tangga Miskin. Tiap cluster menanam satu jenis tanaman.

Pada saat launching program BEKERJA tersebut, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat di lokasi BEKERJA meliputi: 1).1 box paket dalam bentuk saset benih aneka sayuran; 3). 500 bibit pohon mangga dan 300 bibit pohon duren; 4). Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan Pangan Berkelanjutan (PPB) pada 3 kelompok dengan total 90 RTM: 5). Dua ribu (2.000) ekor ayam dan 20 ekor kambing yang diberikan kepada 40 RTM; 6). 40 kandang ayam dan bantuan pakan selama 6 bulan.

Untuk bantuan ternak kambing/domba diberikan 1 ekor per RTM yang dibuat secara berkelompok dengan jumlah anggota per kelompok 20 RTM, sehingga ternak yg diberikan 18 betina dan 2 ekor jantan yang akan dipelihara secara berkelompok dengan tiap kelompok 10 ekor (9 betina dan 1 Jantan).

Dengan model bantuan seperti ini, Amran berharap, masyarakat akan dapat membangun cluster di 3 kecamatan, dengan begitu kita mendorong kehadiran industri. “Jadi, kita ingin membangun skala ekonomi,” jelasnya.

Pembangunan berskala ekonomi menjadi tujuan utama program BEKERJA. Pasalnya, kemiskinan bakal berkurang saat roda ekonomi bergerak. “Begitu kita tinggalkan kemiskinan, kemiskinan tidak terjadi lagi karena kita terbiasa menghasilkan,” pungkas Amran.

Editor: Ahmad Saefullah

No More Posts Available.

No more pages to load.