15 Anggota DPRD Jatim Periode 2004-2009 Bakal Diperiksa Lagi Kasus P2SEM

oleh -

SURABAYA-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur membuka lagi kasus dugaan korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM). Bahkan, kasus tersebut saat ini memasukki ranah penyidikkan pasca tertangkapnya dr Bagoes Soedjito Suryo Soelyodikusomo atau yang dikenal Dokter Bagus.

Dokter Bagus sendiri ditangkap oleh Kejati Jatim setelah 6 tahun bersembunyi di Malaysia. Kepala Kejaksaan Tingggi (Kejati) Jatim Maruli Hutagalung menyatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikkan terhadap kasus P2SEM. “Kejati Jatim naikkan kasus P2SEM ke ranah Penyidikkan,” kata Maruli, di Kantor Kejati Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (25/4/2018).

Maruli menyatakan, alasan menaikkan kasus tersebut ke penyidikkan karena dimungkinkan ada tersangka lain. Hal ini berkaca Mantan Ketua DPRD Jatim Fathorrosyid dan Dokter Bagus telah menjadi terpidana.”Ketua DPRD-nya saja sudah terpidana, Dan dari keterangan Dokter Bagus ada 15 Anggota DPRD yang lalu yang menerima bagian periode 2004-2009,”jelas Maruli.

Dokter Bagus sendiri, lanjutnya, terkait kasus ini juga diputus bersalah di empat pengadilan negeri. Masing-masing menjatuhi hukuman 7 tahun penjara. Dari keterangan Dokter Bagus inilah disebut 15 nama anggota DPRD Jatim periode 2004-2009 yang terlibat dalam kasus P2SEM. “Dari jumlah itu, ada 8 orang anggota DPRD Jatim sudah dimintai keterangan saat penyelidikkan. Nanti 15 orang akan kami panggil lagi dalam penyidikkan ini. Tentunya akan meningkat menjadi saksi,” katanya.

Maruli juga menambahkan, dari 15 Anggota DPRD Jatim ada dua orang yang saat ini masih menjabat sebagai wakil rakyat. Sayangnya, Maruli enggan menyebut dua nama anggota DPRD Jatim tersebut. “Nanti lah ada waktunya. ini juga PR buat pengganti saya,” kata Maruli yang pada 30 Mei akan pensiun.

P2SEM adalah program bantuan hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2008. Lebih dari Rp200 miliar hibah dikucurkan ke kelompok masyarakat se-Jatim. Salah satu syarat pengajuan ialah rekomendasi dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jatim saat itu. Diketahui ada penyelewengan pada hibah tersebut.

Sementara Dokter Bagoes Soetjipto, ditangkap di Malaysia pada akhir 2017. Dia langsung mendekam di Lapas Porong, Sidoarjo.

No More Posts Available.

No more pages to load.