Tunjangan Guru TK Tersendat, Dewan Bakal Panggil Disdik Jombang

oleh -
Gedung DPRD Jombang

JOMBANG – Persoalan keterlambatan pencairan tunjangan insentif ratusan guru Taman Kanak Kanak (TK) yang bersumber dari Anggaran Program Belanja Daerah (APBD), membuat anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang, turun tangan.

“Sebenarnya soal terlambatnya pencairan tunjangan untuk Guru ini merupakan, tanggung jawab dari dinas terkait,” kata Syarif Hidayatullah, anggota Komisi D DPRD Jombang dari Partai Demokrat, saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Sabtu 23 September 2017.

Masih menurut penjelasan Syarif, namun jika memang ada kesengajaan untuk tidak mencairkan tunjangan ataupun adanya data penerimaan tunjangan yang ganda, pihaknya siap untuk melakukan hearing.

”Kita dari pihak legislatif akan telusuri terlebih dahulu, terkait permasalahan ini untuk menemukan permasalahannya. Jika memang ada penyalahgunaan kita akan memproses lah,” ujar Syarif yang akrab disapa Gus Sentot.

Tentang adanya data pengajuan penerima tunjangan yang ganda, pihaknya meminta Dinas Pendidikan (Disdik) lebih teliti melakukan pendataan dan sebanyak 700 Guru harus menerima tunjangan sesuai dengan tahun sebelumnya.

”Untuk data harus valid dan apabila ada penyalahgunaan itu tidak dibenarkan secara hukum. Dan komisi D akan siap jika memang Guru TK meminta hearing pada komisi D, namun semua haruslah sesuai dengan prosedur,” ungkapnya.

Imbuh Sentot, pihaknya meminta Disdik melakukan pendataan yang valid, jangan sampai dikemudian hari muncul permasalahan serupa.” Kita imbau agar disdik lebih teliti dalam melakukan tahapan verifikasi data,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, seharusnya tunjangan insentif ini diterima guru TK pada bulan Mei dengan besaran Rp150.000 per bulannya.

Dari data yang dihimpun, ada 400 guru TK yang saat ini belum masuk dalam pemberkasan tunjangan insentif, padahal pada tahun 2016 kemarin ada 700 guru yang menerima tunjangan yang bersumber dari APBD Jombang.

No More Posts Available.

No more pages to load.