Banyak Remaja Gagal Ginjal, Yuk Galakkan Kebiasaan Minum Air Putih

oleh -
Ilustrasi Minum Air Putih

PUSKESMAS Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat kampanyekan minum air putih di sejumlah sekolah, hal ini menyikapi meningkatkannya kasus gagal ginjal di kalangan remaja akhir-akhir ini.

“Kebiasaan anak-anak sekarang lebih sering mengkonsumsi air kemasan seperti teh gelas, dan minuman pemanis serta pewarna lainnya, padahal kebiasaan ini kurang baik,” kata Nila Yustika, petugas Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Puskesmas Bogor Timur, Kota Bogor, Rabu (18/4/2018).

Nila mengatakan kampanye minum air putih telah mereka lakukan sejak tahun 2017, mendatangi sejumlah sekolah-sekolah yang menjadi target pendampingan.

Kampanye dimulai dengan sosialisasi pentingnya mengkonsumsi air putih secara rutin delapan gelas sehari. Manfaat dari meminum air putih dibanding minum air kemasan berpemanis dan pewarna. “Kampanye juga mengajak para siswa membawa botol air minum sendiri ke sekolah,” katanya.

Rutin meminum air putih lanjutnya sangat baik untuk meningkatkan kadar elektrolit dalam tubuh, tidak mengandung bahan pengawet dan berfungsi membuang racun (toxid) dari dalam tubuh. “Yang jelas minum air putih lebih alami dibandingkan minum-minuman kemasan,” katanya.

Selain baik bagi kesehatan, anjuran minum air putih dan membawa tabung air minum ke sekolah, juga melatih anak-anak untuk menjaga lingkungan dengan mengurangi sampah botol kemasan air minum. “Selain itu juga bisa berhemat, tidak perlu jajan air kemasan lagi,” katanya.

Kampanye ini tidak hanya menyasar para murid SD, SMP hingga SMA, tetapi juga para guru, kepala sekolah, serta orang tua. “Karena tanpa peran kepala sekolah, orang tua tidak akan tergerak untuk membekali anak-anaknya, jadi sekolah harus pro aktif mengajak orang tua membekali anaknya untuk membawa botol minumnya setiap ke sekolah,” kata Nila. Nila menambahkan dari berbagai riset yang ada, kebiasaan minum minuman kemasan yang ditambahkan gula bila dikonsumsi secara berlebihan dapat menjadi penyebab dari kegemukan.

Sementara itu berdasarkan hasil studi kurangnya konsumsi cairan merupakan masalah penting di bidang kesehatan karena sel tubuh manusia memerlukan air dalam proses metabolisme. Air sebagai zat gizi tubuh berperan dalam media transportasi dan elimniasi produk sisa metabolisme. Asuan air yang kurang akan menimbulkan masalah kesehatan bagi tubuh.

Departemen Kesehatan Indonesia merekomendasikan cairan, terutama air minum, yang harus dikonsumsi untuk orang dewasa adalah dua liter atau setara delapan gelas setiap hari. Sumber Okezone

No More Posts Available.

No more pages to load.