Gebyar Ritual 1 Suro di Gunung Kawi

oleh -
Festifal Gunung Kawi

MALANG – Magnet Gunung Kawi sebagai destinasi wisata di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, semakin menguat jelang peringatan 1 Suro. Wakil Bupati Malang M Sanusi menyebutkan, wisata Gunung Kawi setiap event besar seperti 1 Suro dikunjungi kurang lebih 10-15 ribu orang. Sementara, tiap hari Jumat Legi yang datang tiap sebulan sekali, 2-3 ribu pengunjung.

Hal tersebut disampaikan M Sanusi saat membuka Gumebyar Pesona Gunung Kawi yang dirangkai dengan Gebyar Ritual 1 Suro di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Selasa 15 September 2017.

Dalam kegiatan ini, Wabup juga melauncing Logo, Pin dan tema peringatan Hari Jadi ke-1257 Kabupaten Malang ditandai dengan memencet tombol sirine. Hadir dalam acara ini mendampingi Wabup, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0818 wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu Mayor Inf Teguh Prastowo.

Sanusi menjelaskan, Pemerintah Pusat telah meminta setiap daerah yang punya kekhasan wisata agar diangkat untuk menjadi pariwisata Nasional. Dikatakannya, Gunung Kawi dengan ciri khasnya kepariwisataan ritualnya yang menarik wisatawan dan menjadi kebanggaan Kabupaten Malang bisa dipasarkan seantero Indonesia.

“Di sisi pariwisata, apa saja persyaratan yang harus dibangun dan diperbaiki sehingga wisatawan saat datang ke lokasi wisata itu nyaman. Termasuk yang diarahkan itu adalah air bersih, akses jalan dan penginapan atau homestay,” ujarnya.

“Hingga nanti pada akhirnya kalau dinilai sudah mencukupi untuk memenuhi pariwisata nasional. Presiden Joko Widodo targetkan kunjungan wisata Kabupaten Malang sebanyak satu juta orang wisatawan. Dengan asumsi tiap wisatawan mancanegara itu membelanjakan uangnya minimal 1.000 dolar sehingga ada satu miliar dolar yang akan beredar di Kabupaten Malang.”

Terpisah, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, Dra. Hj. Jajuk Rendra Kresna juga berkesempatan membuka pameran produk unggulan ditandai dengan pengguntingan pita gapura masuk pameran produk unggulan. Pameran ini diikuti kecamatan eks Pembantu Bupati di Kepanjen yang saling berlomba dan adu kreatif dalam hal membuat olahan dari bahan ketela asli dari Gunung Kawi.

Bu Rendra, sapaan akrabnya, telaten mengunjungi satu per satu stand seluruh peserta. Ia juga tak segan untuk turun langsung mencicipi dan memborong hasil olahan para peserta. Termasuk juga produk andalan dari masing-masing peserta seperti tas dan sandal hasil produk home industri.

“Para peserta kreatif sekali dalam menciptakan hasil olahan berbahan dasar ketela khas Gunung Kawi. Selain itu, dari stand-stand tadi juga menampilkan produk unggulan di masing-masing kecamatan,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.