Cuaca Buruk Dan Harga Beras Picu Inflasi di Jember

oleh -

JEMBER – Kabupaten Jember mengalami kenaikan infasi sebesar 0,18 persen pada bulan Februari. Kenaikan ini ditunjukan oleh Kenaikan  indek harga (IHK) dari bulan Januari sebesar 127.59 menjadi 127.82 persen.

Di Provinsi Jawa Timur ada delapan kota yang mengalami inflasi yakni Kota Probolinggo 0.31 persen, Kediri 0.26 persen, Madiun 0.25 persen, Jember 0.18 persen, Malang dan Banyuwangi sebesar 0.17 persen, Surabaya 0.14 persen dan Sumenep 0.08 persen. Jadi secara nasional mencapai 0.17 persen.

Kasi Distribusi Statistik Badan Pusat STatistik (BPS) Jember Candra Birawa menerangkan, komoditas yang memberikan andil besar dalam infasi yakni beras, bensin, bawang putih, emas perhiasan, cabai merah, upah pembantu, ikan asin, dan beberapa komoditi lain.

“Untuk penyumbang deflasi yakni telur ayam ras, daging ayam ras, udang basah, wortel dan beberapa bahan pokol lainnya,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Jum’at (2/3/2018).

Menurut Candra, penyebab utama dari inflasi pada bulan Februari 2018 kemarin yakni salah satunya beras. “Harga beras selama bulan Februari berada pada level harga tertinggi sejak minggu ke 3 bulan Januari. Jadi harga rata-rata beras masih mengalami inflasi sebesar 1.72 persen,” ucapnya.

Selain itu, Candra menambahkan penyebab lainnya karena cuaca buruk pada beberapa bulan terakhir membuat kenaikan harga pada kelompok bahan makanan, pengeluaran ikan, tangkapan ikan, budidaya dan komoditas hasil industri. Angga

Tentang Penulis: ANGGA MILANISTI

Gambar Gravatar
Angga Jember

No More Posts Available.

No more pages to load.