2.648 Pelanggar ditindak selama operasi zebra semeru 2018 di Jombang

oleh -

JOMBANG-Sebanyak 2.648 pelanggar terjaring dalam operasi zebra semeru 2018 yang dilaksanakan oleh satuan lalulintas polres Jombang. Para pelanggar didominasi oleh pengendara roda dua.

Kepala satuan lalulintas Polres jombang, Ajun Komisaris Polisi Inggal Widya Perdana mengatakan, Operasi Zebra semeru 2018 dilaksanakan secara dseluruh polres jajaran dibawah naungan Polda Jawa Timur selam 12 hari terhitung mulai tanggal 30 Oktober Hingga 12 November 2018.

“Secara Garis besar, sasaran kita yakni pengendara yang melakukan pelanggaran kasat mata dan dapat menyebabkan kecelakaan lalulintas,”Ujarnya saat ditemui dikantornya. Selasa 13 November 2018.

Para pengendara yang terjaring razia didominasi oleh kendaraan roda dua yakni, sebanyak 2.130 pengendara dan 518 pengendara roda empat. Untuk pengendara roda dua rincianya yakni pelanggaran tidak mengenakan helm SNI : 526 pelanggar,
pelanggaran lawan arus : 651, pelanggaran mengunakan handphone 133,
pelanggaran pengendara dibawah umur 567 serta pelanggaran lain: 253 pelanggar.

“Sedangkan untuk kendaraan roda empat, pelanggaran menggunakan handphone 89, pengendara dibawah Umur 10, Tidak menggunaan safety belt 316, serta pelanggaran lain yakni 103,” Jelasnya.

Dalam pelaksanaan operasi, pihaknya menggunakan metode hunting sistem guna menjaring parapelanggar sesuai dengan tujuh sasaran poin tertinggi operasi zebra semeru 2018, yakni Pengemudi kendaraan roda dua yang tidak menggunakan helm, Pengemudi kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat yang masih di bawah umur, Sabuk keselamatan bagi pengendara roda empat atau lebih, Pelanggaran over speed atau kecepatan yang melebihi ambang batas,Pelanggaran berupa melawan arus lalu lintas, Pengemudi di bawah pengaruh minuman keras maupun narkoba,Pengemudi kendaraan roda empat maupun roda dua menggunakan smartphone atau ponsel.

“Dengan metode tersebut (hunting System, red) lebih tepat dan cepat dalam menjaring para pelanggar,” pungkasnya. @VIN