18 Karyawan Radio Suara Surabaya Positif Covid-19

oleh -

SURABAYA:  Sebanyak 18 orang pekerja di salah satu stasiun radio swasta di Surabaya terpapar covid-19. Kini mereka menjalani perawatan dan karantina di Rumah Sakit Haji Sukolilo Surabaya.

“Kami semula memilih sebuah hotel di sebagai tempat awal proses karantina. Tapi setelah kami koordinasi dnegan Pemkot Surabaya, kemudian 18 kru yang positif dipindahkan ke Rumah Sakit Haji pada 6 September,” kata CEO Suara Surabaya Media, Errol Jonathans, dalam keterangan tertulisnya kepada Kabarjatim.com, Senin (6/9/2020).

Errol menjelaskan, belasan karyawannya diketahui positif covid-19 berdasarkan hasil tes swab pada 4 September 2020. Langkah ini dilakukan menyusul adanya beberapa pekerjanya reaktif hasil rapid test, yang dilakukan secara bertahap kepada seluruh pekerjanya, sejak 31 Agustus 2020.

“Dari sana diketahui ada hasil yang reaktif. Lalu kami melanjutka uji swab secara bergelombang mulai 2 hingga 4 September 2020. Dari hasil uji usap itu, diketahui ada 18 kru kami yang terpantau positif Covid-19,” kata Errol.

Sontak Errol pun terkejut mengetahui belasan bawahannya terjangkit covid-19. Padahal, lanjut Errol, pihaknya telah menerapkan protokol kesehatan sangat ketat, untuk mencegah penularan covid-19 di perusahaan yang dia pimpin. “Mengagetkan buat kami?, jelas. Sebab, kami telah melakukan protokol keamanan yang ketat sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama Covid-19 pada awal Maret lalu,” ujarnya.

Misalnya, lanjut Errol, pihaknya merubah ruang siar yang semula jadi satu dengan dengan narasumber, dipisah menjadi dua ruangan. Lalu, setiap orang yang masuk ke dalam lingkungan kantor Suara Surabaya, wajib cuci tangan dan penggunaan masker. “Kami juga menerapkan Standar Work from Home (WFH), secara bergantian di unit-unit produksi yang memungkinkan,” katanya.

Adapun 18 karyawan yang terpapar covid-19 itu, Errol menyebut sebagian besar mereka bertugas di Departemen Produksi, Divisi New Media, yang menangani web dan sosial media. “Sedangkan pekerja di divisi on air, newsroom, reporter, dan departemen non produksi, dinyatakan negatif hasil uji swab gelombang dua, tiga dan empat,” katanya.

Errol pun mengaku telah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Pemkot Surabaya. Sementara tim Gugus Tugas Suara Surabaya Media, masih melakukan monitoring dan koordinasi secara intensif.

Errol juga meminta maaf kepada para pendengar siaran Radio Suara Surabaya, jika beberapa hari kedepan ini belum maksimal. Errol juga meminta doa dan dukungan masyarakat agar bisa melalui cobaan ini, sehingga bisa kembali maksimal menyajikan informasi untuk publik.

“Cobaan ini ternyata juga menguatkan kami sebagai satu keluarga, satu tubuh. Kami juga punya Kalian, para pendengar…netter, khalayak, dan kawan-kawan yang menjadi penyebab kami berkarya. Kami percaya, Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, dan Sang Pengatur Alam Semesta, punya rencana di balik ini. Kami takut, tapi pasrah dengan rencanaNYA,” kata Errol. NOE