15 Ribu Akan Geruduk Kantor Gubernur Jatim Tolak Omnibus Law

oleh -

SURABAYA: Sebanyak 15 ribu buruh se- Jawa Timur akan menggelar unjukrasa menolak omnibus law UU Cipta Kerja di kantor Gubernur Jatim di Jalan Pahlawan Surabaya, pada 27 dan 28 Oktober 2020. Selain menolak omnibus law, ribuan buruh dari 16 serikat pekerja itu juga akan menuntut soal kenaikan upah.

“Ada sekitar 15 ribu buruh yang akan turun ke jalan pada aksi besok itu, dan lokasinya akan dipusatkan di satu titik di kantor Gubernur Jatim,” kata Wakil Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim, Nurudin Hidayat, dikonfirmasi, Senin (26/10/2020).

Selain serikat buruh, kata Nurudin, aksi tersebut juga akan diikuti berbagai elemen mahasiswa. Namun lokasi aksinya berbeda, yakni di depan Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.

“Tuntutan mahasiswa yakni menolak UU Omnibus Law, tapi kita juga mengusung isu lokal ya terkait penetapan upah minimum,” ujar Nurudin.

Terkait kenaikan UMP 2021, kata Nurudin, buruh meminta penetapannya diambil berdasarkan rata-rata UMK 2020, yakni sebesar Rp2,5 juta. 

Kata Nurudin, untuk serikat buruh dipusatkan di tiga titik kumpul, yakni di Bundaran Waru, Kebun Binatang Surabaya, dan di kawasan industri Margomulyo. Sementara titik kumpul mahasiswa akan dipusatkan di Taman Pelangi.

Setelah itu, kata Nurudin, massa aksi akan bergerak secara bergelombang dari kawasan-kawasan industri menuju titik kumpul utama di Bundaran Waru/Cito Mall, Kebun Binantang Surabaya (KBS) dan Kawasan Industri Margomulyo sekitar pukul 12.00 WIB.

“Kemudian secara bersama-sama menuju kantor Gubernur Jatim, diperkirakan massa aksi sampai di titik utama sekitar pukul 14.00 WIB,” tandasnya. NOE