13 Anak Jalanan Terjaring Razia di Jombang, 2 Diantaranya dari NTT

oleh -

JOMBANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jombang mengamankan 13 anak di bawah umur saat gelar razia anak jalanan (Anjal) dan pengamen, Senin (28/01/2019).

Mereka diamankan dari tempat yang berbeda. 6 anak diamankan dari wilayah Simpang Tiga sebelahnya Universitas Darul Ulum (Undar), selebihnya di lampu merah Cukir. Dua di antaranya adalah anak yang berasal dari luar Pulau Jawa, yakni Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kasatpol PP Kabupaten Jombang, Ali Arifin menyatakan, sering mendapat laporan dari warga tentang keberadaan Anjal di persimpangan jalan yang meresahkan, serta adanya laporan dari pihak orang tua yang merasa anaknya menjadi liar karena mengikuti anjal.

“Pagi ini kita lakukan razia di sejumlah titik dimana biasanya anjal nongkrong. Ada beberapa orang tua yang melapor, anaknya menjadi liar karena mengikuti kebiasaan seperti anak jalanan. Juga banyak warga yang merasa resah dengan keberadaan mereka,”paparnya.

Ada tiga, lanjut Ali, anak dari pondok pesantren (Ponpes), yang ikut terjaring dalam razia tadi. Dua dari NTT, satu lagi dari wilayah Tegal. Beberapa di antaranya sudah sering terjaring razia.

“Dari keseluruhan yang terjaring, beberapa adalah pemain lama. Untuk yang anak dari ponpes, nanti kita akan hubungi orang tuanya. Dan ada seorang lagi yang masih duduk di bangku sekolah yaitu anak perempuan dari Kediri, katanya kabur dari rumah,” imbuhnya.

“Selanjutnya dari keseluruhan anak tadi kita bina, setelahnya kita lakukan koordinasi dengan pihak dinas sosial. Dan kebetulan mulai hari ini rumah penampungan yang disediakan Dinsos sudah siap menampung serta membina mereka,” ucapnya.

Usai diamankan di markas Satpol PP Kabupaten Jombang, dengan kondisi yang lusuh dan kumuh, mereka kemudian didata serta dihukum di pelataran markas dengan cara disuruh hormat menghadap tiang bendera Merah Putih. Ada juga yang disuruh mengucapkan sila – sila pancasila. Bagi yang rambutnya diwarnai dan terlihat urakan, maka akan dipotong.

Editor : Ahmad Saefullah