10 Mantan Anggota DPRD Kota Malang Tersangka Suap Dititipkan di Rutan Kejati Jatim

oleh -
Mantan Anggota DPRD Kota Malang Tersangka Suap Dititipkan di Rutan Kejati Jatim
Mantan Anggota DPRD Kota Malang Tersangka Suap Dititipkan di Rutan Kejati Jatim

SURABAYA-Sebanyak 10 mantan anggota DPRD Kota Malang yang merupak tersangka kasus dugaan suap pembahasan RAPBD-P Pemkot Malang dititipkan di Rutan Kejati Jatim oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rencananya, 10 mantan anggota DPRD Kota Malang ini akan menjalani persidangan dalam waktu dekat di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

10 Eks Anggota DPRD Kota Malang itu adalah Choirul Amri, Sony Yudiarto, Harun Prasojo, Teguh Puji Wahyono, Erni Farid, Arief Hermanto, Teguh Mulyono, Choeroel Anwar, Suparno Hadi Wibowo dan Mulyanto.

“Hari ini penyidikan untuk 10 tersangka anggota DPRD Pemkot Malang telah selesai dan dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti dan 10 tersangka. Sekarang masuk penuntutan,” ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah, Selasa (11/12/2018).

Febri menambahkan, dari kasus dugaan suap pembahasan RAPBD-P Pemkot Malang ini sudah ada 49 saksi yang telah diperiksa. Sedangkan, tersangka sekurangnya telah dua kali diperiksa dalam kapasitas sebagai tersangka. Saksi yang sudah diperiksa antara lain, anggota DPRD Kota Malang, Kepala Bidang Perumahan dan Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum Kota Malang tahun 2015.

Selain itu, Kasubag Perencanaan dan Keuangan Dinas PU Perumahan dan Pengawasan Bangunan Kota Malang pada tahun 2015, Sekda Kota Malang tahun 2015, Walikota Malang periode tahun 2013 hingga 2018. “Kemudian PNS lainnya di lingkungan Pemkot Malang,” tandas Febri.

Sementara itu, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim Didik Farkhan Alisyahdi mengatakan, para tersangka ini di tahan di Rutan Kejati Jatim. “Kebetulan Kejati hanya penitipan tahanan saja dari KPK. Pernyataan lebih lengkap silahkan ke KPK,” singkat mantan Kepala Kejari Surabaya ini.

Sebelumnya, KPK menetapkan 41 dari 45 mantan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka. Komisi anti rasuah itu menduga, para anggota dewan ini menerima fee masing-masing Rp12,5 juta hingga Rp50 juta dari mantan Wali Kota Malang Moch Anton.

Uang itu disinyalir terkait persetujuan penetapan RAPBD-P Malang tahun 2015. Perkara ini juga menyeret mantan Wali Kota Malang Moch Anton, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Bangunan Jarot Edy Sulistiyoni sebagai tersangka. @VIN