1 Maret Tarif Harga Listrik Turun Rp.52/VA

oleh -

SURABAYA – Tarif harga listrik kapasitas 900 VA jenis non subsidi atau untuk rumah tangga mampu akan menurun. Namun penurunan tarif tersebut hanya di satu jenis kapasitas tegangan saja, sedangkan untuk kapasitas 1300 VA atau 450 VA tarif tetap.

Hal tersebut diutarakan oleh Dwi Suryo Abdullah Manager KAH PLN UIN Jatim, kenapa penurunan hanya di lakukan di tegangan 900 VA non subsidi saja? “Untuk 900 VA bersubsidi sudah ada potongan tarif harganya, sedangkan untuk 1300 VA tergolong listrik tegangan rumah tangga mewah sehingga tidak ada potongan harga,” ujarnya

Ditambahkan oleh Dwi Suryo Abdullah untuk nominal penurunan tarif harga listrik dari harga Rp.1.352 / VA menjadi Rp.1.300 / VA, dan akan ditetapkan pada tanggal 1 Maret 2019 lusa.

Pendukung turunya tarif harga disebabkan harga minyak dunia menurun, sehingga konsumsi bahan bakar yang dipergunakan untuk pembangkit listrik bernilai turun.

Dan juga didukung dengan menguatnya nilai rupiah, diangka Rp. 13.000 an / dollar Amerika.

Pelanggan yang mengunakan daya 900 VA untuk non subsidi sudah mencapai angka 21 Juta se Indonesia.

Untuk pelanggan yang mengunakan daya 900 VA non subsidi diketahui berjumlah 20 % dari total semua pelanggan listrik untuk kategori rumah tangga.

Saat dipertanyakan, untuk potongan tarif tersebut apa pihak PLN tidak mengalami kerugian?. Kembali Dwi Suryo Abdullah memberikan keterangan, langkah langkah untuk menghindari penurunnya pendapatan PLN terkait program potongan tarif daya listrik, dengan melakukan menyeimbangkan dan susut jaringan khususnya Jatim sendiri.

Dimana susut sebelumnya dari angka 6,67 diupayakan menjadi 6 hingga 5. Kedua dengan langkah melakukan penghematan bahan bakar dengan membatasi pembangkit listrik mengunakan bahan bakar minyak.

Seperti yang dikembangkan pihak PLN UIN Jatim, yaitu pembangkit listrik tenaga surya yang ada di Kabupaten Sumenep, Madura.

Dan solusi ketiga dengan meningkatkan faktor kapasitas pembangkit dari 70% menjadi 73%. Peningkatan bisa terealisasi bila melalukan beberapa langkah yaitu peningkatan perawatan dan pemeliharaan terhadap komponen pembangkit listrik.

Lebih lanjut untuk potongan tarif harga yang berlaku nantinya, masih belum bisa diberikan keterangan jelas hingga sampai kapan.

“Kita belum mengetahui sampai kapan potongan tarif harga listrik berlaku, namun dipastikan bahwa tarif akan tetap berlaku selama harga bahan minyak dunia stabil di harga sekarang dan nilai Rupiah menguat,” tutup Dwi Suryo Abdullah.

Editor. : Rusmiyanto