Pulang dari Tanah Suci, Jemaah Haji Diimbau Karantina Mandiri Selama Seminggu

JAKARTA – Para Jemaah haji yang baru pulang dari tanah suci diimbau untuk melakukan karantina mandiri meski tidak ditemukan gejala Covid-19.

Juru bicara Kementerian Kesehatan RI dr Mohammad Syahril menjelaskan karantina mandiri bisa dilakukan di rumah masing-masing.

“Turun dari pesawat, jamaah akan diperiksa oleh petugas kesehatan di debarkasi. Nanti yang bergejala, akan dilakukan pemeriksaan selanjutnya dan yang tidak bergejala dipersiapkan kepulangannya,” kata dr Syahril dikutip dari YouTube RRI Net Official, Senin (18/7/2022).
Bagi jamaah yang diizinkan pulang diharapkan tetap melakukan karantina mandiri demi mencegah kemungkinan penularan Covid-19.

“Kalau tidak ada (gejala), jamaah dipulangkan ke rumah masing-masing. Setelah itu bisa melakukan karantina mandiri di rumah sekitar satu minggu,” ujarnya.
Usai masa karantina, baru Jemaah haji diperbolehkan bersilaturahmi. “Boleh (silaturahmi) setelah karantina mandiri di rumah. Tetapi, cipika-cipiki, pelukan, cium tangan, itu sebaiknya dihindari dulu,” katanya.
Jamaah haji juga perlu mengisi kartu kewaspadaan selama 21 hari ke depan. “Kalau kalau ada gejala yang harus dilaporkan, bukan penyakit yang diwaspadai seperti Covid-19 saja, tetapi juga meningitis,” ujarnya.

Vaksin Booster

Di tempat berbeda, Presiden Joko Widodo meminta agar seluruh jamaah haji Indonesia segera melakukan vaksinasi booster. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi evaluasi PPKM.

“Bapak presiden kasih arahan bagi jamaah haji yang baru pulang dan belum dibooster sambil menunggu dijemput di asrama haji, bisa dibooster,” ujar Menkes Budi dalam konferensi pers Evaluasi PPKM di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (18/7/2022).

Dalam kesempatan yang sama, ia mengatakan booster sudah terbukti mampu meminimalisir seseorang terdampak buruk dari infeksi Covid-19. Seperti tingkat perawatan rumah sakit.

“Disarankan masyarakat lakukan vaksinasi booster. Booster mampu melindungi kita dari rumah sakit tingkat vatalitasnya akan sangat rendah,” kata Menkes.

Pemulangan Jemaah haji gelombang pertama dilakukan mulai 15 -29 Juli 2022 melalui Bandara KAIA Jeddah menuju tanah air. Sementara untuk gelombang kedua akan dimulai pada 30 Juli – 13 Agustus 2022 melalui Bandara AMMA Madinah. Hingga hari ini, Senin (18/7/2022) sebanyak 8.337 orang Jemaah haji regular dan 1.536 jemaah haji khusus telah sampai di tanah air.