Manfaat Harga Rokok Naik Jadi Rp50.000

Ilustrasi Rokok Pixabay

JAKARTA – Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Anhari Achadi mengungkapkan, tujuan dari wacana kenaikan cukai rokok hingga dua kali lipat atau menjadi Rp50 ribu per bungkus, bertujuan untuk menyelamatkan generasi muda dari berbagai macam penyakit. Anhari menyebutkan, banyak penyakit yang disebabkan oleh rokok, seperti diabetes, serangan jantung, impotensi dan lainnya yang menyebabkan generasi muda ke depannya tidak lagi produktif dan tidak sehat.

“Merokok yang menyebabkan terganggunya kesehatan, saya ingin mengingatkan yang kita tuju bukan saat ini, tetapi masa yang akan datang, kalau tidak maka akan memiliki generasi yang sakit-sakitan, kita tidak memiliki penduduk yang produktif dan berkualitas, kita ingin generasi ke depan sehat, produktif dan bisa berperan pada pembangunan bangsa. Oleh karena itu masalah tembakau satu hal yang sangat memberikan efek negatif terhadap kesehatan,” kata Anhari dalam acara Polemik Radio Sindo Trijaya Network di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (27/8/2016).

Anhari melanjutkan, wacana kenaikan cukai rokok juga ditujukan lebih kepada mencegah para perokok pemula yang notabene masih berusia 20 tahun ke depan. “Ini bukan bicara 1-2 tahun, tapi kita berbicara 50 tahun ke depan,” tambahnya. Menurut Anhari, jika wacana kenaikan cukai rokok yang membuat harga menjadi Rp50 ribu per bungkus memberikan banyak manfaat, terutama bagi kesehatan dan tingkat produktivitas generasi muda saat ini.

“Kenaikan harga dan cukai itu instrumen, tetapi kita sadar kenaikkan itu tidak serta merta menyebabkan orang merokok, tetap yang addict masih merokok, dan kemasukan cukai itu tetap tinggi, kita harapkan generasi ke depan tidak merokok, itu messegge-nya,” tandasnya.

Sumber Okezone.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *